Fasilitas-fasilitas lain seperti marka Jalan, pagar pembatas pos polisi didirikan di jalur tersebut termasuk lampu penerang jalan. Masyarakat sekitar pun ikut memanfaatkan keadaan ramainya jalan oleh pemudik dengan mendirikan tenda (saung) untuk lapak berjualan ikut mengais rezeki setahun sekali. Suatu pemandangan yang biasa rupanya dalam kedaan mudik di bulan Ramadan menjelang hari raya atau sesudah hari raya pinggir pinggir jalan raya dihiasi dengan umbul-umbul serta baliho iklan dari berbagai produk misal, sepeda motor, mobil, berbagai operator selular termasuk minuman suplemen. Diselingi dengan umbul-umbul bendera merah putih karena sebelumnya ada peringatan hari kemerdekaan yaitu 17.
Kemacetan di Limbangan disebabkan
- pasar tradisional dan terminal Limbangan, pasar ini terletak di belakang terminal Limbangan dengan keluar masuknya konsumen pasar menghambat lalu lintas
- delman, kendaraan rakyat yang ditarik kuda sehingga jalannya lambat mengurangi laju pemudik
- jalur Limbangan sepanjang jalan antara Cibedug sampai Cilolongokan banyak rumah makan dan tempat istirahat bis.
Pada hari sabtu 27 Agustus 2011 (H-4) sudah mulai lalulintas dipadati para pemudik yang didominasi dengan sepeda motor serta mobil-mobil pribadi. Menurut petugas setempat perkiraan arus mudk di jalur Nagreg puncaknya pada H-3.
Jalur alternatif untuk menghindari kemacetan di Limbangan, anda yang tujuan Tasikmalaya atau Jawa Tengah bisa lewat Garut –Singaparna, dari simpang Cagak Nagreg belok kanan. Yang tujuan ke Malangbong- Ciawi bisa masuk dari Cilangir setelah Cibedug belok kanan ke arah Cibiuk-Leuwi Goong-Cibatu-Bandrek, tentunya jalur ini hanya bisa dilalui kendaraan-kendaraan kecil.
Mudik Lebaran Harus Membuat Anda Bahagia
Hari Raya Idul Fitri yang dinanti-nantikan banyak orang, tinggal menghitung hari. Saat ini, beratus-ratus orang tengah menempuh perjalanan jauh kembali ke kampung halaman mereka, untuk merayakan lebaran bersama keluarga. Masyarakat Indonesia menyebutnya ‘mudik.’
Demi mudik, berbagai cara ditempuh, mulai dari berdesak-desakan di kereta, sampai berkendara menggunakan sepeda motor dengan barang bawaan melebihi kapasitas. Tak jarang, cara-cara ditempuh itu terbilang berbahaya, sampai benar-benar menimbulkan korban jiwa.
Faktor kelelahan dalam perjalanan dan kelalaian manusia, menjadi alasan utama terjadinya kecelakaan saat mudik. Niat hati ingin berkumpul bergembira bersama keluarga, namun malah berujung kematian. Oleh karena itu, mudik bukannya aktivitas menyenangkan yang sama sekali lepas dari bahaya.
Direktur Lalu-lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Royke Lumowa, mengungkapkan penyebab utama kecelakaan lalu-lintas saat mudik yaitu para pengendara motor yang tidak berhati-hati saat akan menyalip kendaraan di depannya.
Ketidakseimbangan dan kondisi fisik yang tidak fit akibat lelah menempuh perjalanan jarak jauh, menjadi kombinasi mematikan. Untuk kecelakaan mobil, kasus terbanyak adalah mobil terguling. “Jumlah kecelakaan mudik sulit ditekan,” Royke menjelaskan.
Data Dirlantas Mabes Polri mencatat, angka kecelakaan mudik lebaran yang terjadi di jalan tol pada tahun 2007 mencapai 104 kejadian, dengan 16 korban meninggal dunia, 42 korban luka berat, dan 150 korban luka ringan.
Sementara pada 2008, tercatat 74 kecelakaan di jalan tol, dengan 8 korban meninggal, 53 luka berat, dan 93 luka ringan. Itu hanya kecelakaan di jalan tol. Ditambah kecelakaan di luar tol, tentu jumlahnya berlipat ganda.
Data Polda Metro Jaya pada Operasi Ketupat 2009, jumlah kecelakaan lalu-lintas saat mudik mencapai 266 kasus, dengan korban meninggal dunia 33 orang, luka berat 145 orang, dan luka ringan 14 orang. Sementara jumlah kendaraan terlibat kecelakaan pada arus mudik 2009 itu mencapai 319 unit kendaraan, dengan motor menempati porsi terbesar, yaitu 198 unit.
Pada Operasi Ketupat 2010, terjadi 213 kasus kecelakaan lalu-lintas, dengan korban meninggal dunia sebanyak 45 orang, luka berat 76 orang, dan luka ringan 161 orang. Jumlah kendaraan terlibat kecelakaan pada arus mudik 2010 itu mencapai 387 kendaraan, dengan motor kembali menempati porsi terbesar, yaitu 237 unit.
Dengan demikian, meskipun kasus kecelakaan pada arus mudik 2010 mengalami penurunan dari 2009, tapi jumlah korban dan jumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan justru mengalami peningkatan. Kendaraan yang terlibat kecelakaan meningkat 21,32 persen – dengan kecelakaan motor 18,70 persen.
Jadi, untuk Anda para pemudik yang sedang berada dalam perjalanan. Berhati-hatilah, jangan lengah. Apabila Anda mengemudikan kendaraan sendiri dan merasa lelah, lebih baik menepi dan mencari posko mudik terdekat melepas penat. Meski Anda ingin tiba secepatnya di tempat tujuan, tapi keselamatan Anda lebih penting. Bila tak selamat, tentu bukan kebahagiaan yang didapat keluarga Anda.



